Kamis, 05 April 2012

Contoh Soal dan Penyelesaiannya dalam Fungsi Produksi


Soal :

Diketahui fungsi produksi Q=10 K 0,5 L 0,5
B = 100 , pL =5,pK=15

Tentukan Q maksimum

Cara Substitusi
Q  = 10 K 0,5 L 0,5
MPL  = 5 L -0,5 K 0,5  =5.K0,5 /L0,5
MPK =  5 K -0,5 L 0,5  =5.L0,5 /K0,5

Syarat Untuk Q maksimum :
MPL /MPK  = PL/PK
5.K 0,5/L 0,5  :  5.K 0,5/L 0,5    = 5/15

K/L = 1/3
3K  = L

Substitusikan pada persamaan garis anggaran
100=5L + 15K
100=5(3K)+15K
100=30K
K = 3,33 dibulatkan 3,0
L = 9,99 dibulatkan 10.

Berapa besar Q maksimum? Kita masukkan nilai K = 3,3, L = 10 ke dalam fungsi produksi :

Q = 10 L0,5 K0,5

Q = 10 (10)0,5 (3,3)0,5
    = 57,45

B = 15(3,3) + 5(10)
   =  99,50 (B mendekati 100 karena ada oembulatan )

Apakah benar Q maksimum dan sesuai dengan anggaran perusahaan yang tersedia ?  Hal ini bisa dicek dengan memasukkan nilai K dan L yang berbeda dalam fungsi produksi.
Misalnya, untuk kombinasi K = 3, dan L = 9, atau kombinasi K = 3,50 dan L = 10.

K = 3, L = 9

Nilai Q = 10 (9) 0,5 (3)0,5
             = 51,96 ( Q < 57,16 )

Namun, perlu juga di cek dengan anggaran yang tersedia L

B = PK.K + PL,L
B = 3,50,  L = 10

Nilai Q = 10(10)0,5 (3,5)0,5
             = 112,5 ( Q > 57,16 )

Seperti di atas, perlu juga memeriksa dengan anggaran yang tersedia.

B = 15(3,5) + 5(10) = 102,5
B > 100, berarti defisit Anggaran

Angka Pengganda Lagrange
Fungsi produksi Q = 10 K0,5 L0,5 diubah menjadi fungsi Lagrange sebagai berikut :
Fungsi Lagrange :
L =  10 (0,5) K0,5 L -0,5 + a ( 100 – pk K – pl L)
¶ L / ¶ K = ( 5L 0,5 / K 0,5 ) - a PK = 0
¶ K / ¶ L = ( 5K 0,5 / L 0,5 ) - a PL = 0
¶ L / ¶ a = 100 – PK K - PL L = 0

Dengan menyamakan masing – masing persamaan menjadi nol dan menyelesaikannya dalam sistem persamaan maka diperoleh kesetaraan L dalam K dan :
L = 3 K = 10
K = 10/3 = 3,33


Sumber : Pindyck, Robert S/Rubinfeld, Daniel L (1998). Microekonomi. Jakarta : Prenhallindo

Senin, 02 April 2012

Produk Total, Rata-Rata dan Marginal

Produk Total, Rata-Rata dan Marginal


           Dalam mempelajari fungsi produksi, ada 2 macam hubungan antara input dengan output yang sangat berguna bagi pembuatan keputusan manajerial.
Pertama adalah hubungan antara output dengan beberapa input digunakan secara bersama-sama. Hubungan ini kita kenal sebagai karateristik returns to scale dari sistem produksi. Konsep Returns to Scale ini memainkan peranan penting dalam pengambilan keputusan manajerial. Konsep ini mempengaruhi skala produksi yang optimal atau peluang produksi suatu perusahaan. Konsep ini juga mempengaruji sifat persaingan dalam suatu industri dan oleh karena itu, konsep returns to scale ini juga merupakan faktor yang menentukan tingkat profitabilitas suatu investasi.


            Produktivitas faktor produksi atau tingkat peenerimaan faktor produksi, Istilah produk total digunakan untuk menunjukkan output total dari suatu sistem produksi.
Secara lebih umum, produk total dari suatu faktor produksi bisa ditunjukkan sebagai sebuah fungsi yang menghubungkan output dengan jumlah sumberdaya yang digunakan. Produk total dari X ditunjukan oleh fungsi produksi:
Q = f ( X | Y =2 )


Sumber buku  :

Arsyad, Lincolin (1993). Ekonomi Manajerial, Ekonomi Mikro Terapan Untuk Manajemen Bisnis. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta

Pindyck, Robert S/Rubinfeld, Daniel L (1998). Microekonomi. Jakarta : Prenhallindo


Lipsey, Richard G/Courant, Paul N/Purvis, Douglas D/Steiner, Peter O (1993) Economics 10th ed. Inggris : Harper & Row


Fungsi Produk Total Sebuah Input


Dengan adanya fungsi produk total untuk sebuah input, maka produk marginal (MP) dan produk rata-rata (AP)-nya secara gampang bisa diperoleh. Pertama, ingat bahwa produk marginal (MP) dari faktor produksi X (MPX) adalah perubahan output yang disebabkan oleh perubahan 1 unit faktorproduksi X, dengan menganggap input-input lainnya tetap MP-nya ditunjukan oleh hubungan :
                        MPX  =   Delta Q/Delta X
Dimana Q adalah perubahan output yang terjadi karena perubahan input variabel X sebesar X unit, dengan anggapan bahwa jumlah input lainnya (Y) tetap.
Jika suatu input bisa diubah, maka MP-nya bisa diperoleh dengan cara mencari turunan parsial dari fungsi produksi :
                        MPX   = Alfa Q/ Alfa X
Produk rata-rata dari suatu faktor produksi adalah produksi total itu dibagi dengan jumlah unit input yang digunakan atau :
                        APX   =  Q/X



Sumber buku  :

Arsyad, Lincolin (1993). Ekonomi Manajerial, Ekonomi Mikro Terapan Untuk Manajemen Bisnis. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta

Pindyck, Robert S/Rubinfeld, Daniel L (1998). Microekonomi. Jakarta : Prenhallindo

Lipsey, Richard G/Courant, Paul N/Purvis, Douglas D/Steiner, Peter O (1993) Economics 10th ed. Inggris : Harper & Row


Fungsi Produksi Continyu

Fungsi Produksi yang kontinyu mempunyai arti bahwa input bisa di variasikan secara kontinyu. Untuk fungsi produksi yanh kontinyu, semua kemungkinan kombinasi input bisa di sajikan mealui gambar permukaan input, seperti ditunjukan dalam gambar 1.2 Setiap titik pada bidang XY menyajikan kombinasi input X dan Y yang akan menghasilkal tingkat output (Q) tertentu, ditentukan oleh hubungan yang di tunjukan pada persamaan 1.1.

Gambar 1.1
Permuakaan Input untuk Fungsi Produksi :
Q = f ( X, Y )



Sumber buku  :

Arsyad, Lincolin (1993). Ekonomi Manajerial, Ekonomi Mikro Terapan Untuk Manajemen Bisnis. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta

Pindyck, Robert S/Rubinfeld, Daniel L (1998). Microekonomi. Jakarta : Prenhallindo

Lipsey, Richard G/Courant, Paul N/Purvis, Douglas D/Steiner, Peter O (1993) Economics 10th ed. Inggris : Harper & Row

                                                                                              

Tabel Produksi



Tabel Produksi


Jumlah Y
Jumlah Output
Yang
digunakan
10
52
71
87
101
113
122
127
129
130
131
9
56
74
89
102
111
120
125
127
128
129
8
59
75
91
99
108
117
122
124
125
126
7
61
77
87
96
104
112
117
120
121
122
6
62
72
82
91
99
107
111
114
116
117
5
55
66
75
84
92
99
104
107
109
110
4
47
58
68
77
85
91
97
100
102
103
3
35
49
59
68
76
83
89
91
90
89
2
15
31
48
59
68
72
73
72
70
67
1
5
12
35
48
56
55
53
50
46
40
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Jumlah X yang digunakan

Tabel 1.1 Tabel Produksi



Sumber buku  :

Arsyad, Lincolin (1993). Ekonomi Manajerial, Ekonomi Mikro Terapan Untuk Manajemen Bisnis. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta

Pindyck, Robert S/Rubinfeld, Daniel L (1998). Microekonomi. Jakarta : Prenhallindo

Lipsey, Richard G/Courant, Paul N/Purvis, Douglas D/Steiner, Peter O (1993) Economics 10th ed. Inggris : Harper & Row


Fungsi Produksi

Fungsi Produksi


Fungsi Produksi menggambarkan keluaran maksimum yang sebuah perusahann dapat memproduksi untuk setiap kombinasi masukan tertentu, bisa disebut juga menghubungkan input dengan output. Fungsi produksi menentukan tingkat output maksimum yang bisa di produksi dengan sejumlah input tertentu, atau sebaliknya. Fungsi produksi ini ditentukan oleh teknologi yang digunakan dalam proses produksi. Oleh karena itu, hubungan input/output untuk setiap sistem produksi merupakan suatu fungsi dari tingkat teknologi pabrik, peralatan, tenaga kerja, bahan-bahan abaku dan lain-lain yang digunakan dalam suatu perusahaan.
            Tabel 1.1 menyajikan sistem produksi 2input-1output. Setiap elemen pada tabel tersebut menujukan kuantitas Q maksimum yang bisa di hasilkan dengan kombinasi X dan Y tertentu. Misalnya, tabel tersebut menunjukan bahwa kombinasi antara 2 unit X dan 3 unit Y bisa menghasilkan 49 unti output; 5 unit X dan 5 unit Y bisa menghasilkan 92 unit output; 4 unit X dan 10 unit Y menghasilkan 101 unit Q, dan seterusnya.




Sumber buku  :

Arsyad, Lincolin (1993). Ekonomi Manajerial, Ekonomi Mikro Terapan Untuk Manajemen Bisnis. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta

Pindyck, Robert S/Rubinfeld, Daniel L (1998). Microekonomi. Jakarta : Prenhallindo

Lipsey, Richard G/Courant, Paul N/Purvis, Douglas D/Steiner, Peter O (1993) Economics 10th ed. Inggris : Harper & Row


Jumat, 09 Maret 2012

Pengoptimalan Produksi

Produksi Optimal

Produksi adalah segala sesuatu yang secara langsung maupun tidak langsung ditunjukkan untuk menghasilkan barang dan jasa atau mempertinggi faedah barang guna memenuhi kebutuhan manusia. Produksi juga dimaksudkan untuk menghasilkan barang-barang kon sumsi, yaitu barang-barang yang segera dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia atau konsumsi.
Untuk menjamin kegiatan produksi, diperlukan alat-alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang/jasa yang disebut factor produksi atau sumber daya ekonomi. Sumber daya ekonomi meliputi :
  1. factor produksi alam
  2. factor produksi tenaga kerja manusia
  3. factor produksi modal
  4. factor produksi kewirausahaan

Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksioutput yang lain.

Tingkat Produksi Optimal
Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.

Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :
  1. barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
  2. selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
  3. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.

Penentuan Volume Produksi yang Optimal

Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variable saja. Biaya variable dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sbb :
  1. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
  2. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).
Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi.Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :
  1. Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
  2. Biaya modal (opportunity cost of capital)
  3. Biaya keusangan
  4. Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
  5. Biaya asuransi persediaan
  6. Biaya pajak persediaan
  7. Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
  8. Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.