Rabu, 02 November 2011

Bentuk Umun dan Contoh Program Looping Pada Cobol


¨       SUBSTRACT Verb
Digunakan untuk operasi pengurangan suatu nilai data numerik.
BU :
                  SUBSTRACT nama-data-1   ,           nama-data-2  
                                          literal-1                        literal2
                                          FROM nama-data-n               GIVING           nama-data-m
                                                      literal-n
                                                      [ROUNDED] [;ON SIZE ERROR imperative statement]





¨       MULTIPLY Verb
Digunakan untuk mengalikan 2 nilai numerik dan menyimpan hasilnya.
BU 1          :
                  MULTIPLY      nama-data-1   BY       nama-data-2
                                          literal-1

BU 2          :
                  MULTIPLY      nama-data-1   BY       nama-data-2
                                          literal-1                        literal-2
                                          GIVING nama-data-3 [ROUNDED]
                                          [;          ON SIZE ERROR imperative statement]


¨       DIVIDE Verb
Digunakan untuk membentuk statement operasi pembagian.
BU 1          :
                  DIVIDE               nama-data-1                        INTO   nama-data-2 [ROUNDED]
                                             literal-1
                                             [ ; ON SIZE ERROR imperative statement]

BU 2          :
                  DIVIDE               nama-data-1                        INTO   nama-data-2
                                             literal-1                                 literal-2
                                             GIVING        nama-data-3   [ROUNDED]
                                             [ ;      ON SIZE ERROR imperative statement]

BU 3          :
                  DIVIDE               nama-data-1                        BY       nama-data-2
                                             literal-1                                 literal-2
                                             GIVING        nama-data-3   [ROUNDED]
                                             [ ;      ON SIZE ERROR imperative statement]

BU 4          :
                  DIVIDE               nama-data-1                        INTO   nama-data-2
                                             literal-1                                 literal-2
                                             GIVING        nama-data-3   [ROUNDED]
                                             REMAINDER          nama-data-4
                                             [ ;      ON SIZE ERROR imperative statement]




BU 5          :
                  DIVIDE               nama-data-1                        BY       nama-data-2
                                             literal-1                                 literal-2
                                             GIVING        nama-data-3   [ROUNDED]
                                             REMAINDER nama-data-4
                                             [ ;      ON SIZE ERROR imperative statement]

¨       COMPUTE
Digunakan untuk operasi yang lebih rumit, untuk menyederhanakan 4 arithmatic verb sebelumnya.
BU :
      COMPUTE     nama-data-1 [ROUNDED]     =          ungkapan aritmatika
                              [  ;        ON SIZE ERROR imperative statement]

¨       GO TO Verb
Digunakan untuk alih kontrol tanpa syarat ke paragraph tertentu.
BU :
      GO TO nama-paragraph

¨       GO TO … DEPENDING Verb
Digunakan untuk alih kontrol bersyarat. Beralih pada paragraph tertentu dengan kondisi tertentu.
BU :
      GO TO nama-paragraph-1, nama-paragraph-2, … nama-paragraph-n
                  DEPENDING ON nama-data

¨       ALTER Verb
Digunakan untuk merubah arah tujuan proses dari statement GO TO yang telah ada di program.
BU :
      ALTER nama-paragraph-1 TO [ PROCEED TO] nama-paragraph-2

¨       PERFORM Verb
Digunakan untuk membuat suatu statement yang akan membawa proses dari program meloncat kesuatu paragraph, kemudian menjalankan seluruh statetement yang ada pada paragraph tersebut. Jika telah selesai akan kembali ke statement setelah PERFORM.
BU :
      PERFORM     nama-paragrapg-1      THROUGH     nama-paragraph-2
      THRU



Contoh Program Looping

IDENTIFICATION DIVISION.
PROGRAM-ID. ADDPROG.
AUTHOR. AMELIA.
*ENVIRONMENT DIVISION.
DATA DIVISION.
WORKING-STORAGE SECTION.
01 INPUT-AREA.
05 GET-ACCEPT-ANS PIC X VALUE SPACES.
05 FIRST-NUMBER PIC 999 VALUE 0.
05 SECOND-NUMBER PIC 999 VALUE 0.
05 ADD-ANS PIC 9999 VALUE 0.
PROCEDURE DIVISION.
MAINLINE.
DISPLAY “ENTER THE FIRST NUMBER (UNDER 1000)”.
ACCEPT FIRST-NUMBER.
DISPLAY “ENTER THE SECOND NUMBER (UNDER 1000)”.
ACCEPT SECOND-NUMBER.
ADD FIRST-NUMBER TO SECOND-NUMBER
GIVING ADD-ANS.
DISPLAY “THE ANSWER IS ” ADD-ANS.
DISPLAY “PRESS ENTER TO END THE PROGRAM”.
ACCEPT GET-ACCEPT-ANS.
STOP RUN.

OSIS ( Organisasi Siswa Intra Sekolah )



Organisasi Siswa Intra Sekolah (disingkat OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah.
Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.

Latar belakang berdirinya OSIS
Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945.
Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis-garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya, maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.
Wawasan Wiyatamandala
Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan, maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala.
Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor: 13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 perihal Wawasan Wiyatamandala sebagai sarana ketahanan sekolah, maka dalam rangka usaha meningkatkan pembinaan ketahanan sekolah bagi sekolah-sekolah di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen pendidikan dan kebudayaan, mengeterapkan Wawasan Wiyatamandala yang merupakan konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut:
§  Sekolah merupakan wiyatamandala (lingkungan pendidikan) sehingga tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar bidang pendidikan.
§  Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh proses pendidikan dalam lingkungan sekolahnya, yang harus berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk:
1.       meningkatkan ketakwaan teradap Tuhan yang maha Esa,
2.       meningkatkan kecerdasan dan keterampilan,
3.       mempertinggi budi pekerti,
4.       memperkuat kepribadian,
5.       mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
§  Antara guru dengan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang baik untuk mengemban tugas pendidikan.
§  Para guru, di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru sebagai manusia yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru, betapapun sulitnya keadaan yang melingkunginya.
§  Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, namun harus mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang sadar atau tidak, dapat menimbulkan pertientangan antara kita sama kita.
Untuk mengimplementasikan Wawasan Wiyatamandala perlu diciptakan suatu situasi di mana siswa dapat menikmati suasana yang harmonis dan menimbulkan kecintaan terhadap sekolahnya, sehingga proses belajar mengajar, kegiatan kokurikuler, dan ekstrakurikuler dapat berlangsung dengan mantap.
Upaya untuk mewujudkan Wawasan Wiyatamandala antara lain dengan menciptakan sekolah sebagai masyarakat belajar, pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler, serta menciptakan suatu kondisi kemampuan dan ketangguhan yakni memiliki tingkat keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan yang mantap.
Struktur organisasi
Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri atas:
§  Ketua Pembina (biasanya Kepala Sekolah)
§  Wakil Ketua Pembina (biasanya Wakil Kepala Sekolah)
§  Pembina (biasanya guru yang ditunjuk oleh Sekolah)
§  Ketua Umum
§  Wakil Ketua I
§  Wakil Ketua II
§  Sekretaris Umum
§  Sektetaris I
§  Sekretaris II
§  Bendahara
§  Wakil Bendahara
§  Ketua Sekretaris Bidang (sekbid) yang mengurusi setiap kegiatan siswa yang berhubungan dengan tanggung jawab bidangnya.
Dan biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki beberapa pengurus yang bertugas khusus mengkoordinasikan masing-masing kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.

Arti lambang

Arti bentuk dan warna lambang OSIS:

Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga

Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu: abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.1

Buku terbuka

Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.

Kunci pas

Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain, menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.

Tangan terbuka

Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.

Biduk

Biduk / perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan.

Pelangi merah putih

Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual.

Tujuh belas butir padi, delapan lipatan pita, empat buah kapas, lima daun kapas

Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.

Warna kuning

Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan/agung. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.

Warna coklat

Warna tanah Indonesia, berpijak pada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa nasional Indonesia.

Warna merah putih

Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran.

Selasa, 01 November 2011

PKL Berbahaya Untuk Pejalan Kaki

Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Johar, Jakarta Pusat, sangat meresahkan. Keberadaan mereka telah membuat pejalan kaki harus turun ke jalan, karena seluruh trotoar tertutup warung-warung yang semula PKL.
Sementara itu, pemerintah setempat terlihat tidak serius mengatur mereka, sehingga akhirnya PKL menguasai lahan umum itu secara tetap.
Menurut Kasno, salah seorang warga yang tinggal di kawasan Johar Baru, keberadaan PKL itu sebenarnya hanya sampai tahun 2006. Dia menuturkan, waktu itu Walikota Jakarta Pusat ingin membantu ekonomi pedagang kaki lima. Mereka dikoordinasi melalui program JP dibawah koordinasi Sudin UKM.
"Ketika mendapat izin JP itu, mereka setuju untuk berdagang di atas trotoar hingga tahun 2006. Setelah itu mereka akan pindah ke Pasar Johar yang sedang direnovasi. Kenyataannya hingga kini warung-warung itu tetap ada sampai sekarang," kata Kasno.
Keberadaan warung-warung JP itu selain membahayakan pejalan kaki, juga membuat saluran air yang ada di bawahnya mampet. Sampah  yang ada di saluran itu tidak bisa dibersihkan dan akhirnya menumpuk. Saluran pun menjadi buntu.
"Kalau hujan, air langsung menggenang dan lama surutnya," ujar Jany yang juga warga Johar Baru.
Jany menambahkan, sebenarnya ketika para PKL itu ditawarkan untuk pindah ke Pasar Johar, para pedagang itu boleh menempatinya secara gratis. Namun para PKL itu tidak bersedia pindah. Kasno menuturkan, sebenarnya masalah ini sudah dibicarakan hingga tingkat Kecamatan Johar. Namun hingga kini belum ada tindakan apapun.

Sumber

Menjilat Luka Bikin Cepat Sembuh






KOMPAS.com - Ketika Anda mengalami luka goresan sehingga sedikit berdarah, biasanya Anda segera menjilat luka tersebut atau mengulumnya dengan harapan darah akan berhenti mengalir. Banyak orang yang menganggap cara tersebut tidak higienis, tapi tak sedikit pula yang punya keyakinan bahwa menjilat luka justru akan membuat luka cepat sembuh. Mana yang benar?
Beberapa ilmuwan dari Belanda pernah mengidentifikasi suatu senyawa dalam ludah manusia yang ternyata mampu mempercepat penyembuhan luka. Karena ludah merupakan cairan kompleks dengan banyak komponen, mereka berusaha mengidentifikasi komponen mana yang berperan dalam penyembuhan luka.
Dengan menggunakan beragam teknik, peneliti memisahkan ludah ke dalam komponen-komponen individual, menguji masing-masing dalam beragam jenis luka, dan akhirnya menemukan bahwa histatin adalah komponen yang berfungsi sebagai penyembuh luka tersebut. Histatin merupakan sejenis protein yang dapat dengan cepat memulihkan luka karena memiliki zat antibakteri, antijamur, antivirus, dan antiperadangan.
"Studi ini tidak hanya menjawab pertanyaan biologis mengapa binatang biasa menjilat luka-luka mereka," kata Gerald Weissmann, MD, pemimpin redaksi jurnalThe FASEB. "Penelitian ini juga menjelaskan mengapa luka-luka di dalam mulut, seperti saat pencabutan gigi, sembuh jauh lebih cepat dibandingkan luka pada kulit dan tulang. Hal ini juga mengarahkan kita untuk mulai memandang liur sebagai sebuah sumber untuk obat-obatan baru."
Berita baiknya, menurut para peneliti senyawa ini memang bisa diproduksi secara massal, sehingga berpotensi menjadi semacam krim antibiotik dan spiritus. Oleh karena itu temuan para pakar ini memberikan harapan bagi orang-orang yang mengalami luka yang kronis akibat diabetes dan kelainan lain, seperti cidera traumatik dan luka bakar.

Bukan Hanya Banjir, Tapi juga Tenggelam





Banjir di Pondok Labu. Foto: Antara.

Bencana banjir yang menimpa daerah Pondok Labu di Jakarta Selatan tentu harus ditangani segera. Korban yang mengalami kesulitan harus mendapatkan simpati dan bantuan kita.

Tapi ada bahaya lebih besar yang sedang mengancam kehidupan orang Jakarta. Permukaan sebagian wilayah ibu kota sedang turun dengan kecepatan hingga 18 cm/tahun  di beberapa kawasan tertentu. Kecepatan ini makin tinggi, dan wilayah yang mengalami penurunan makin luas.

Ini hasil studi konsultan Deltares yang dipaparkan di kantor Rujak Center for Urban Studies pada 16 September 2011.

Buktinya bisa dilihat di Jakarta Utara. Banyak jembatan yang kini menyentuh air, bukan karena permukaan air yang naik melainkan jembatan yang turun. Juga ada pintu air yang tidak lagi bisa dibuka, karena telah turun sedemikian sehingga permukaan laut lebih tinggi daripada permukaan air saluran di sisi lainnya.

Sebagian Kampung Luar Batang di sebelah barat Pelabuhan Sunda Kelapa telah dipagari tembok setinggi 3 meter karena permukaan air laut telah berada 1 hingga 1.5 meter di atas permukaan tanah. Kedengarannya seperti fiksi ilmiah, tapi nyata. Semoga tidak menakutkan.

Memang air permukaan air laut naik juga karena pemanasan bumi. Tetapi lajunya tidak seberapa dibandingkan dengan penurunan tanah itu.

Penyebab utama penurunan permukaan adalah penyedotan air tanah. Karena tanah Jakarta bersifat lempung, maka ketika airnya disedot, ia akan mengkerut. Bahkan bila penyedotan berhasil disetop sekarang, perlu ratusan tahun untuk mengembalikan air tanah.

Untuk menghentikan penyedotan air tanah, dibutuhkan waktu 2-3 tahun bila ada peraturan yang ketat dan berlaku tanpa pandang bulu. Namun, kapasitas air pipa harus ditambah hingga 60 persen guna memenuhi kebutuhan seluruh penduduk.

Padahal pasokan air baku belum tentu mencukupi.

Lalu apa pilihan kebijakan yang ada? Salah satunya adalah membentengi Jakarta dengan dinding laut, yang juga bisa sekaligus berfungsi sebagai waduk penampung air baku. Dengan demikian, meskipun permukaan tanah terus menurun, Jakarta tetap selamat.

Biayanya $ 5 miliar, bekerjasama dengan swasta pada proyek reklamasi.

Pilihan lain: Investasi menyediakan air pipa, melarang penyedotan air tanah sama sekali, meningkatkan air baku dengan program konservasi di hulu (kerjasama dengan Jawa Barat) dan di seluruh Jakarta. Biayanya belum diketahui.

Menurut Anda, mana yang sebaiknya dilaksanakan oleh gubernur Jakarta?